Pasar Otomotif Lesu, Honda Pangkas Target Penjualan 2026

INFORMASI OTOMOTIF Honda Bandung Center (HBC) menurunkan target penjualan mobil di wilayah Jawa Barat dan Banten pada 2026 seiring kondisi pasar otomotif yang dinilai belum sepenuhnya pulih.

“Target 2026 lebih rendah dibanding 2025 karena pertimbangan kondisi ekonomi termasuk hal-hal lain, sehingga HPM (Honda Prospect Motor) menurunkan target,” ujar Direktur Operasional HBC, Iwan Tjandradinata. Iwan menjelaskan, realisasi penjualan Honda di wilayah Jawa Barat dan Banten sepanjang 2025 mencapai 7.700 unit.

Sementara itu, target penjualan pada 2026 diturunkan menjadi 4.800 unit atau lebih rendah sekitar 25 persen.

Menurut dia, penurunan target tersebut merupakan strategi yang lebih realistis melihat kondisi pasar saat ini.

Penyegaran Model dan Arah Elektrifikasi Selain itu, penyegaran dan elektrifikasi menjadi andalan Honda pada 2026 untuk menggenjot penjualan.

Beberapa penyegaran model pada 2026, antara lain untuk CR-V hybrid, WR-V, dan BR-V N7X. Ia menambahkan, strategi Honda saat ini juga mengarah pada elektrifikasi sebagai bagian dari pengembangan produk ke depan. Dengan masuknya penyegaran model pada pekan kedua bulan ini, Iwan berharap penjualan dapat meningkat menjelang Lebaran.

“Ini baru masuk minggu kedua, mudah-mudahan naik tajam H-10 Lebaran. Namun dibandingkan dengan periode yang sama bulan lalu, terlihat peningkatan penjualan,” kata dia. “Hilal penjualan belum terlihat drastis. Januari baik, ranking kedua di bawah Toyota, mudah-mudahan bisa bertahan hingga akhir tahun,” ujarnya.

Selain penyegaran model, Honda juga mencatat respons positif terhadap peluncuran Honda Prelude. Namun, ketersediaan unit masih terbatas karena distribusi global.

Iwan mengatakan, dari total kuota 100 unit untuk Indonesia, sekitar 30 unit di antaranya berasal dari pembelian konsumen di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Tingginya permintaan terhadap model tersebut juga terjadi di Jepang sebagai negara asal, serta di sejumlah negara lain yang lebih dulu menerima model ini.

Kondisi itu membuat distribusi global menjadi terbatas, termasuk untuk pasar Indonesia pada tahun pertama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *